Rabu, 31 Oktober 2012


                                                                                                                                                                                                   
CHAPTER 1

PENDAHULUAN



Sudah menjadi agenda rutin bagi pelaksana suatu proyek untuk membuat dan menyusun Buku Petunjuk Mengoperasikan System.

Manual Operation ini dibuat sebagai panduan singkat bagi operator untuk mengoperasikan system Khususnya instalasi pipa AC dan instalasi ducting yang terpasang di  Proyek Grand Artos Aerowisata Hotel & Convention Magelang.

Manual Operation ini sangat membantu mempercepat mengenal dan mengerti lokasi – lokasi equipment dan jalur – jalur yang terpasang. Sehingga operator akan lebih cepat dan mudah mengoperasikan system ini.


Mudah – mudahan panduan ini bisa di maanfaatkan dan berguna bagi kita semua.










Magelang, September 2012
Penyusun



PT. Cipta Bayu Utama





























CHAPTER 2

PRINSIP DASAR SISTEM PENYEGARAN UDARA


II. A. Definisi dari Penyegaran Udara

Penyegaran udara adalah suatu proses mendinginkan udara sehingga dapat mencapai temperature dan kelembaban yang sesuai dengan persyaratan terhadap kondisi udara dari suatu ruangan tertentu. Selain itu, mengatur aliran udara dan kebersihannya.
Di beberapa negara, beberapa factor kesegaran udara tersebut diatas ditetapkan dalam Undang – undang, sesuai dengan tujuan penggunaan ruangan , misalnya untuk kantor, hotel, dan sebagainya.

Sistem penyegaran udara pada umumnya dibagi menjadi dua golongan utama, yaitu :

( 1 )    Penyegaran udara untuk kenyamanan

Menyegarkan udara dari ruangan untuk memberikan kenyamanan kerja bagi orang yang melakukan kegiatan tertentu.

( 2 )    Penyegaran udara untuk industry

Menyegarkan udara dari ruangan karena diperlukan oleh proses, bahan, peralatan atau barang yang ada di dalamnya.

II. B.  Implikasi Arsitektur dan Sosial dari Penyegaran Udara

Manusia selalu mencoba menyesuaikan diri dan mempertahankan hubungannya dengan lingkungan dimana ia berada. Orang akan mencari tempat berteduh apabila saat ia panas. Sedangkan apabila cuaca buruk, ia akan berusaha mencari tempat yang melindunginya dari angin, hujan, dan kedinginan. Hal tersebut menunjukkan bahwa orang memerlukan tempat tinggal . Sejarah perkembangan tempat tinggal manusia menunjukkan adanya usaha untuk mengatasi gangguan atau keperluan tersebut diatas Semula jendela sangat diperlukan untuk memungkinkan masuknya cahaya matahari bagi penerangan ruangan dan masuknya udara segar. Namun, setelah perang dunia kedua, yaitu dengan kemajuan yang diperoleh dalam bidang teknik penerangan listrik dan teknik penyegaran udara, jendela tidak lagi merupakan bagian yang dikenai persyaratan yang terlampau berat.

Dengan demikian ada keleluasaan dalam pencahayaan gedung dan jendela pun tidak selalu ada pada setiap ruangan. Sistem penyegaran udara memegang peranan yang sangat penting dan harus kita rencanakan dengan sebaik – baiknya, terutama bagi bangunan bawah tanah, yang merupakan salah satu memanfaatkan setiap ruangan yang ada.
Sudah lama sebelumnya, orang mengetahui tentang cara mengatasi kedinginan dengan menghangatkan ruangan, yaitu dengan membakar kayu atau jenis bahan bakar lainnya. Tetapi baru beberapa puluh tahun terakir ini saja kita dapat mendingininkan udara dari ruangan dimana kita berada,  Supaya merasa lebih nyaman dan terhindar dari pengaruh panas udara sekitarnya. Kini penyegaran udara sudah merupakan hal yang biasa, bukan kemewahan tetapi suatu keperluan, terutama didaerah tropic.
Sistem penyegaran udara untuk industri di rancang untuk memperoleh temperature, kelembaban, serta distribusi udara sesuai dengan persyaratan proses serta peralatan yang di gunakan di dalam ruangan yang bersangkutan. Dalam hal tersebut juga tercakup persyaratan - persyaratan yang diperlukan untuk memberikan kenyamanan lingkungan kerja bagi karyawan. Hasil penelitian tentang lingkungan kerja menunjukkan bahwa didalam ruang kerja berudara segar, karyawan dapat bekerja lebih baik dan jumlah kesalahan dapat dikurangi, sehingga efisiensi kerja dapat ditingkatkan. Penyegaran udara juga sangat penting untuk rumah sakit, bukan saja untuk memberikan ketenangan dan mengurangi penderitaan pasien, tetapi juga untuk memberikan kesegaran kerja bagi para dokter dan perawat sehingga dapat melakukan tugasnya dengan sebaik – baiknya, lebih teliti dan efisien.

Penggunaan system penyegaran udara untuk keperluan rumah tinggal juga sudah banyak, meskipun belum merupakan suatu yang sangat diperlukan seperti pada industri, tempat pertemuan dan gedung besar lainnya. Hal tersebut disebabkan karena unit penyegar udara untuk rumah tinggal masih terasa mahal harga dan biaya operasinya.  Diperkirakan bahwa dalam waktu dekat akan dibuat mesin penyegar udara untuk keperluan rumah tangga yang sederhana pemasangan, pengaturan dan perawatannya, serta murah harganya.




II.C. Industri Mesin penyegar Udara

Untuk gedung yang besar, kurang lebih separuh dari seluruh biaya pembangunan merupakan biaya pembangunan sarana yang diperlukan, misalnya untuk sistem mekanikal dan listrik, dan sebagainya. Dari biaya pembangunan sarana tersebut, kira-kira 30 sampai 50 persen diperlukan untuk system penyegaran udara. Biaya tersebut diatas meliputi biaya perancangan sistem, harga mesin dan biaya pemasangannya. Sedangkan pekerjaan tersebut dapat dilaksanakan oleh perusahaan yang berbeda.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir ini ada usaha yang dilaksanakan untuk mengurangi biaya pembangunan sarana penyegaran udara. Salah satu diantaranya adalah perkembangan industri mesin penyegaran udara yang sekaligus melakanakan perancangan, pembuatan dan pemasangannya" Dalam hal tersebut, biaya produksi mesin dapat ditekan serendah-rendahnya dengan jalan mengadakan standarisasi. Dengan demikian diharapkan hal tersebut akan merupakan daya tarik yang memungkinkan kelanjutan usaha memperbanyak penggunaan system penyegaran udara, disamping rnemantapkan perkembangan industri mesin penyegar udara.


II. D. Memperoleh Kenyamanan Melalui penyegaran udara

1.        pengertian tentang kenyamanan

Jika seorang berada di dalam suatu ruangan tetutup untuk jangka waktu yang lama, maka pada suatu ketika ia akan merasa kurang nyaman. Sehubungan dengan hal tesebut, maka dalam tahun 1777 seorang ahli kimia bernama Lavoisier mengadakan serangkaian penelitian" Ia kemudian menerangkan bahwa kenaikan kadar Co2 di dalam ruangan sebagai akibat pernafasan manusia, akan menyebabkan sesak dan panas.
Sementara itu pada tahun 1858 Max von Pettenkofer, seorang ahli dalam bidang kesehatan, mengajukan sebuah hipotesa yang menyebutkan bahwa manusia menghembuskan zat beracuan, yaitu Co2. Namun, dalam tahun 1905 seorang ahli kesehatan yang lain, yaitu Frugge, mengemukakan sebuah teori yang masih berlaku sampai sekarang, Ia menyatakan bahwa manusia dapat diibaratkan sebagai motor bakar ; manusia harus mengeluarkan panas yang dihasilkan sebagai akibat dari kerja yang dilakukannya. Jika panas tersebut tidak dapat keluar dari badan manusia, misalnya karena temperatur dan kondisi udara

sekelilingnya tidak memungkinkan hal tersebut terladi dengan baik, maka ia akan merasakan suatu keadaan yang tidak menyenangkan.


2.      Eksperimen dari yaglou tentang pengaruh Temperatur dan Kelembaban
         terhadap  Kenyamanan.

Untuk menentukan kenyamanan, maka dalam tahun 1923 yaglou menyiapkan dua ruangan psikometrik. Ruang yang pertarna berudara tenang, tanpa angin dan kelembabannya 1000%. sedangkan di dalam ruang kedua, temperatur, kelembaban dan gerakan udaranya dapat diubah. Yaglou ingin menentukan beberapa kombinasi dari ketiga faktor tersebut diatas sehingga terjadi kondisi atmosfir yang dapat memberikan rasa yang sama dengan kondisi atmosfir di dalam ruang pertama. Hal tersebut dilakukan berdasarkan pengamatan yang dilakukan terhadap seorang yang memasuki ruang kedua setelah terlebih dahulu berada ruang pertama.

















CHAPTER 3

Garis Besar sistem VAC Grand Artos Aerowisata Hotel

Tujuan dari instalasi AC di    suatu gedung  /  bangunan  yaitu  untuk  membuat   atau mengkondisikan udara di suatu ruangan supaya udara tersebut  menjadi sejuk dan segar dan bisa diatur sesuai dengan kebutuhan.
Untuk lingkup pekeriaan yang mendukung system VAC di Grand Artos Aerowisata Hotel :

  1.  Equipment, terdiri dari :

  1.  Chiller
Chiller  berfungsi  untuk  mendinginkan  air dalam pipa chiller yang   akan  didistribusikan   ke  tiap – tiap unit AHU.

  1. Cooling Tower
Cooling Tower berfungsi  untuk  mendinginkan   unit chiller melalui pipa condenser,   yang dalam proses pendinginan chiller timbul  panas.

  1.  Pompa chiller dan condenser
Pompa chiller berfungsi mensirkulasi air dari pada sistem pipa chiller, yang bersirkulasi dari unit chiller menuju ke tiap – tiap AHU dan kembali ke pompa chiller kemudian di sirkulasi ke unit chiller kembali.
Pompa Condenser berfungsi untuk mensirkulasi air pada sistem pipa condenser, yang bersirkulasi dari colling tower menuju ke pompa condenser dan di teruskan ke unit chiller, kemudian kembali ke colling tower.

  1.  AHU / Air Handling Unit
AHU berfungsi untuk mensirkulasikan udara  di suatu  ruangan dengan blower yang arah udara bergesekan dengan coil unit dari sistem pipa chiller, sehingga udara yang dihasilkan menjadi dingin.

  1.  Fan Coil Unit ( FCU )
Pada prinsipnya sistem/cara keria FCU hampir sama dengan AHU, tetapi khusus FCU pada kapasitas yang lebih kecil dan untuk pendinginan luas area yang lebih kecil pula. Dan pada umumnya cara pemasangan FCU ini digantung dan penempatannya diatas Ceiling / plafon.

  1.  FAN (Exhaust & Fresh Air)
Fan berfungsi sebagai alat sirkulasi udara untuk mengkondisikan udara pada suatu ruangan, yang memerlukan pertukaran udara seperti ruang gudang, toilet, parkir dan dapur.

Note : Pekerjaan PT. CBU Hanya Pemasangan Instalasi dan Pemasangan Unit, Pengadaan
           Equipment By Owner.

  1. Instalasi  yang dikerjakan oleh PT. Cipta Bayu Utama, terdiri dari :

a.        Instarasi pipa Chiller ( dari shaft ke AHU ) .
Pada prinsipnya pipa chiller berfungsi untuk mengalirkan air  dingin dari pompa menuju  chiller dan melewati AHU di setiap lantai kemudian kembali lagi ke pompa semula.
 
b.        Instalasi Pipa Drain
Pada prinsipnya pipa drain berfungsi untuk mengalirkan air kondensasi dari AHU menuju ke riser dan selanjutnya ke saluran pembuangan akhir.
c.        Instalasi Ducting
Saluran udara yang berbahan dasar BJLS ( Baja Lapis Seng ) yang menyalurkan udara dari unit menuju atau ke suatu ruangan



2.a         Instalasi Peralatan utama

2.a.1       Instalasi peralalan utama yang meliputi pemasangan :
-   Air Handling Unit (AHU)

2.a.2       Instalasi system ducting yang meliputi pemasangan:
                - Supply duct , dengan bahan BJLS Isolasi.
- Return duct , dengan bahan BJLS Isolasi.
- Support / hanger.
- Round diffuser / RAG.
- Volume damper.
- Fire Damper.
- Flexible Duct.

2.a.3       Instalasi system pipa yang meliputi pemasangan :
- Chilled water piping
- Drain piping, dll

2.a.4       Pemasangan alat-alat control / accessories (mengikuti pemasangan unit AHU )  meliputi :
- Automatic balanclng valve, Thermostat, Strainer, Valve-valve, Balancing valve, Flow
  switch, Automatic Air Vent, dll.

2.b        Instalasi pipa AC
Pada pekerjaan AC ini Instalasi pipa terbagi dalam 2 (dua) macam, yaitu :

2.b.1   Instalasi pipa chiller (chilled water piping), lengkap dengan isolasi.

2.b.2   Instalasi pipa condensate / drain, lengkap dengan isolasi.

2.b.3   Sistem pemipaan chiller ini terdiri dari pipa supply dan pipa return, tapi dalam pelaksaaannya pipa ini mempunyai kesamaan cara / metode serta sistem isolasi dan hal lainnya, system menyambung pipa ( Black steel ) yang sesuai spesifikasi teknis menggunakan las listrik ( untuk  ukuran Pipa  2  ½” keatas ). Dan drat / ulir untuk penyarnbungan pipa ukuran 2”kebawah.

2.b.4   Untuk  pekerjaan  pipa  condensate  dari  bahan  PVC  class AW, disambung dari tiap drain
unit  AHU  dan  Main  Line  pipa   menggunakan  pipa Black Steel Medium  class diisolasi disambungkan  ke  pipa  riser  drain  ( di shaft )  dari  bahan  pipa  yang  sama diisolasi disalurkan ke pembuangan akhir / bak pembuangan atau sumppit ke Gutter/GOT.

2.c         Isolasi pipa (untuk chiiled water pipe + Drain pipe)

Apabila  perbedaan  antara  temperature  fluida  kerja  dan sekitarnya cukup besar, seperti pada  air  dingin  atau air  panas, maka  akan  terjadi perpindahaan kalor sehingga terjadi kenaikan atau penurunan temperatur dari fluida kerja tersebut. Jadi, apabila air dingin mengalir di dalam pipa yang temperatur permukaannya lebih rendah  dari  titik embun udara atmosfir, uap air dalam udara akan mengembun  pada  permukaan  pipa. untuk  mengurangi  pemasukan kalor atau pengeluaran kalor  dari  fluida  kerja  melalui   dinding   pipa,  serta untuk  mencegah  teriadinya   pengembunan tersebut, pipa harus dibalut dengan bahan isolasi.
Bahan isolasi yang  diperlukan itu tersedia dari bahan misalnya asbestos dan serat geras ; dan  bahan  isorasi keras, seperti magnesium  karbida, kalsium silikat  dan busa  poristilen, dalam bentuk cetak.disamping itu, dapat pula di dipergunakan bahan dari bulu binatang ternak,
Konduktivitas   ternal   dari   bahan   isolasi   tersebut   kira - kira  0.03   kcal  / mhoc  - 0,05 kcal/mh°C. Tebal isolasi pipa berkisar antara 20 mm - 50 mm ; makin  besar diameter pipa,  makin tebal pula lapisan isolasinya. selanjutnya, dalam usaha memberikan isolasi yang baik,   hendaknya permukaan luar isolasi dibuat tahan air untuk mencegah perembesan air embun melalui isolasi.



































CHAPTER 4

DAFTAR EQUIPMENT / ACCESSORIES

III.a.
1.        Equipment pada system instalasi air conditioning dipasang dengan tujuan untuk mengatur secara manual maupun otomatis dan untuk melihat tekanan dan temperatur dalam hal ini yang diperlukan pada system AC tersebut.

2.        Equipment pada unit chiller, pompa, AHU, FCU, dan cooling Tower tentunya berbeda-beda, manual ini menjelaskan equipment-equipment yang terpasang pada instalasi AHU saja ( sesuai scope pekerjaan PT.CBU )

3.        Untuk Air Handling Unit (AHU) terpasang accessories meliputi
a.        Flexible Connection / Flexible Joint
b.        Gate valve
c.        Balancing valve
d.        Strainer
e.        Thermometer
f.         Pressure Gauge
g.        Duct Thermostat
h.        Motorized Valve


 III. b . Fungsi atau system kerja  alat –  alat  tersebut  secara   garis  besarnya dapat diterangkan
           sebagai    berikut :

a.        Flexible Joint : berguna sebagaiperedam getar yang ditimbulkan oleh AHU jangan sampaigetaran merambat ke instalasi pipa yang tersambung ke unit   tersebut, supaya tidak menimbulkan kerusakan – kerusakan yang ditimbulkan oleh getaran, misalnya : sambungan pipa kendor atau instalasi bergeser dari tempatnya.
                                                   


b.        Gate Valve : atau sering juga disebut KATUP PINTU,untuk mengatur arus  (Volume) air dengan cara membuka (menambah) dan mengurangi ( menutup ) yang dilakukan secara manual.
                                                                     





Flexible Joint Ø 2”≤
 

Flexible Joint Ø 2”≥
 


Gate Valve Ø 2”≤
 

Gate Valve Ø 2”≥
 


Balancing Valve Ø 2”≤
 
 


c.        Balancing valve, tujuan utama dipasangnya alat ini  adalah  untuk penghematan  energi  karena  berfungsi   untukalat  ini mengatur jumlah media pendingin  secara  otomatis,  ( mengatur kebutuhan media pendingin yang diperlukan untuk AHU ). Dengan kata lain Balancing Vaive adalah alat penyeimbang jumlah media pendingin dan pengukur penurunan tekanan serta arus air.
Balancing Valve Ø 2”≥
 
                                                     

d.       Strainer bisa juga disebut saringan  isap, karat  untuk  menyaring kotoran, tanah, pasir, serbuk logam yang mengakibatkan terljadinya endapan didalam pipa, hal ini  mengakibatkan tidak dapat memenuhi jumlah media pendingin serta tekanan air yang diinginkan untuk pemeliharaannya harus selalu memeriksa dan membersihkan dari kotoran-kotoran yang ada pada filter strainer.
Strainer Ø 2”≥
 
Strainer Ø 2”≤
 
                              

e.        Thermometer, arat ukur untuk mengetahui temperature air di daram pipa.

f.         Pressure Gauge, alat ukur untuk mengetahui besar tekanan air di dalam pipa.
g.       Duct Sensor, dipasang di Plenum Return Duct pada unit AHU yang berfungsi memberikan  signal  ke Motorized  Valve, apabita temperature yang dikehendaki sudah mencapai maka motorized akan menutup/mengurangl jumlah media pendingin ke AHU.

h.       Motorized valve, berfungsi sebagai valve open dan close secara automatic mengikuti seting suhu yang dibutuhkan melalui thermostat. Dan pada dasarnya motorized ada 2 type, yakni automatic dan on off.
On / Off Motorized valve
 
                                     


Automatic Motorized valve
 
 


i.         Termostat, berfungsi sebagai kontrol Motorized valve dan mengatur suhu dalam suatu ruangan sesuai apa yang dibutuhkan.
Termostat Digital ( Automatic )
 
Termostat Analog ( on / off )
 
                                                                 



III.c.         Garis Besar Pengoperasian Air Handling unit / AHU

Pertama – tama  periksa  panel dan pengabelan untuk AHU harus dalam keadaan lengkap dan siap untuk dioperasikan.

a.  Control panel lengkap dengan power supply
b. Pengabelan telah selesai terkonek untuk Automatic Balancing Valve dan Duct Thermostat
     (lihat wiring diagram).
c. Power supply untuk motor blower AHU kabel telah terkonek dengan benar dan aman.
d. Pastikan apabila semua telah siap dan aman pada panel control AHU putar (arahkan)
     selector switch pada posisi yang dikehendaki.
-  Posisi Manual, tekan tombol ON dan cara ini menghidupkan AHU secara manual.
-  Posisi Auto,cara menghidupkan dan mengontrol operasional AHU secara Automati (BAS) ini
    dapt dilakukan langsung dari ruang control room.
    Perlu diketahui untuk operasional Automatic Balancing Valve dapat dilakukan pemeriksaan
    pada alat tersebut apabila menunjuk ke NO (Normaly open) maka   posisi Balancing Valve
    dalam keadaan ON ( terbuka ) dan  apabila  menunjukkan ke NC ( Normaly Closed ) maka
    Automatic Balancing Valve dalam keadaan OFF (tertutup).
                e. Dan  apabila  ingin  mematikan unit AHU secara manual dapat   ditakukan dengan  menekan
                 tombol  OFF  pada  control  panel  AHU  dan  bila dilakukan  secara Automatic  (BAS)  dapat
                 dilakukan dari control room BAS.







































CHAPTER 5

PETUNJUK PENGOPERASJAN DAN PERAWATAN (MENGATASI)  KERUSAKAN


1.             Langkah - langkah   yang  perlu  diperhatikan   sebelum  menghidupkan   equipment adalah sebagai berikut :
a.   Periksa air make up water tank jangan sampai kosong.
b.   Periksa air expansion tank jangan sampai kosong
c.   Periksa semua valve harus pada posisi open kecuali valve by pass .
d.   Pastikan power panel pada posisi ON.

2.             Urutan kerja pengoperasian system AC :
a.  Hidupkan pompa chiller dengan jalan menekan tombol ON pada panel.
b.  Hidupkan pompa condenser dengan jalan menekan tombol ON pada panel.
c.  Hidupkan kipas / fan cooling tower dengan jalan menekan tombol ON pada panel.
d.  Hidupkan chiller ( lihat petunjuk pengoperasian chiller )
e.  Hidupkan AHU.

3.             Urutan kerja untuk mematikan system AC
a.  Chiller
b.  Cooling Tower
c.  pompa Chiller
d.  pompa Condenser
e.  AHU

4.             Operasi dan usaha mengatasi kerusakan penyegar udara
Peralatan   penyegar  udara, setelah dipasang  atau setelah selesai direparasi, harus diuji dan disetel  terlebih dahulu sebelum dioperasikan. Selanjutnya   perawatan harian harus dilakukan dengan seksama.
Pada akhirnya, pemeriksaan harus dirakukan terhadap :
  1. Temperatur air pada pipa chiller di tiap – tiap unit AHU / FCU
  2. Tekanan air pada pipa chiller di tiap – tiap unit AHU / FCU
  3. Suara dan getaran yang terjadi pada instarasi yang bekerja.
  4. Kekencangan belt dan puly pada motor unit.
  5. Tegangan dan arus listrik pada masing – masing unit.
  6. Kondisi Balncing dan Motorized Valve pada instalasi.
  7. Temperature pada Termostat.
  8. Kebersihan pada filter dan evaporator.
Siklus pendinginan  akan  berjalan dengan  baik  apabila  proses   penguapan dan pengembunan berlangsung normal. Pengertian tentang keadaan  yang  normal tersebut  harus  dipahami,  supaya penyimpangan dari keadaan normal dapat dideteksi secepatnya, dan diadakan perbaikan terhadap bagian yang rusak.

5.             Variasi kondisi lingkungan dan kapasitas penyegar udara
Supaya  dapat  diperoleh  operasi  penyegar  udara  yang  bagus  dan efisien, hendaknya dipilih jenis peralatan, lokasi tepat dan pemasangan instalasi yang sebaik – baiknya.

6.             Temperatur udara masuk dan kelembabannya
Dalam proses pendinginan pada umumnya, temperatur permukaan bidang evaporator lebih rendah  dari pada titik embun dari udara masuk. Apabila udara ruangan menyentuh permukaan dari  koil  pendingin,  uap  air  dalam  udara  akan  mengembun  sehingga  koil menjadi basah.
Sebuah   koil   biasanya    dinyatakan    menurut   bentuk,  ukuran   dan   jumlah   barisnya. Apabila kecepatan udara dan temperature penguapan adalah konstan, temperature bola basah udara keluar dari koil terlalu tergantung dari temperature bola kering udara masuk, tetapi lebih dipengaruhi oleh temperature bola basah dari udara masuk.

7.             Perawatan pada Instalasi pipa chiller dan condenser yang perlu diperhatikan   adalah pada sisi AHU.
Apabila suatu saat terjadi perbedaan suhu air yang masuk dan keluar dari unit  AHU terlalu besar dan tekanan air  yang masuk ke AHU lebih rendah dari biasanya bisa dipastikan  strainernya kotor.


8.             Apabila hal tersebut terjadi pada pompa indikasinya tekanan air lebih rendah dari biasanya maka dapat dipastikan strainer pada section pompa kotor.
Langkah   yang   harus   ditempuh   sama   halnya   seperti  langkah   diatas  yaitu  dengan membuka  strainer  dan  membersihkan  saringan  strainer  tersebut  kemudian  ditutup kembali.

9.             Petunjuk Perawatan Penyegar Udara

9.1     Cleaning accesories Strainer, adapun langkahnya sbb :
a.        Pertama matikan unit AHU.
b.        Selanjutnya buka venting yang terdapat pada outlet unit AHU, agar mengurangi pressure ait di dalam pipa serta mempermudah dalam membuka tutup strainer.
c.        Setelah  dirasa tekanan sudah nol, maka mulai dibuka tutup strainer menggunakan kunci pipa maupun kunci inggris.
d.        Persiapkan penampung air buangan untuk menampung air buangan dalam pipa,
e.        Setelah dibuka tutup strainer kemudian kita ambil filter yang terdapat pada strainer, dan mulailah membuka gate valve return untuk menguras pipa dalam evaporator selama 10 detik.
f.         Kemudian tutup kembali gate valve return, kemudian kita bersihkan filter yang terdapat pada strainer.
g.        Setelah dirasa bersih kita kembalikan filter ke dalam strainer, dan kita tutup kembali strainer hingga kencang.
h.        Setelah itu buka gate valve supply, dan kita buka venting outlet ahu agar udara dalam pipa terbuang.
i.          Selanjutnya setelah dirasa vacum udara tersebut kita tutup kembali venting, dan kita buka kembali gate valve return.
j.          Setelah itu kita nyalakan unit AHU kembali.
9.2     Cleaning filter AHU dan Evaporator AHU
a.        Pertama kita pastikan unit AHU dalam posisi off.
b.        Selanjutnya kita buka man hole pada plenum box AHU. Dan kita ambil filter AHU yang terdapat pada belakang unit AHU dan kita bersihkan dengan air bersih yang bertekanan.
c.        Setelah pelepasan filter tersebut kita dapat melihat evaporator, dan kita mulai cleaning menggunakan air bersih bertekanan, dapat juga dibantu denagt sikat untuk memaksimalkan pembersihan.
d.        Setelah selesai, kita pasang kembali filter pada unit, dan tutup manhole box plenum kembali.
e.        Unit siap dinyalakan.

Untuk menghindari kerusakan dan kecelakaan, maka semua peralatan dan alat keamanan harus diperiksa secara periodik. Kegiatan tersebut dinamai perawatan pencegahan (preventive maintenance), yang ekivalen.
Dalam menjadwal perawatan, tujuan atau sasaran dari pengendalian perawatan hendaknya didefinisikan sesuai    dengan  peralatan yang bersangkutan dan berdasarkan pertimbangan ekonomi.

Beberapa hal berikut ini harus diperhatikan terlebih dahulu :

1. Sediakan  gambar   rancangan  system  selengkap– lengkapnya (perubahan,  koreksi, dan modifikasi
    yang telah dilakukan harus dinyatakan dengan jelas ).
2. Siapkan dokumen penting yang menyatakan sejarah peralatan ( catatan tentang perawatan, catatan -
    catatan dari bagian yang sudah diganti atau  direparasi,  catatan  kerusakan  dan  tindakan perbaikan-
    nya, dan sebagainya ).
3. Ukuran dan spesifikasi dari bagian mesin sebelum digantii serta penggantinya.
4. Catatan daya yang digunakan.
5. Catatan pekerjaan dan cara perawatan.









PERHATIAN

1.             Jangan  sekali     kali   menjalankan   /   mengoperasikan   unit   /   compressor      apabila   compressor dalam keadaan dingin.
Kondisi   ini   terjadi   pada   keadaan power supply mati total. Bila keadaan demikian maka power  supply harus ON kemudian   heater   aktif dan memanasi oli, ditunggu sampai 8 jam kemudian baru unit dapat dijalankan.
2.             Apabila power supply tidak stabil ,drop, dll segera  unit  dimatikan dengan menekan  tombol OFF.
3.             Buatlah buku jurnal / log book ntuk mencatat / mendata  karakter mesin yang  ada setiap 1 jam sekali.
Data-data yang harus dicatat adalah :
a. Tekanan Chilled Water supply.
b. Tekanan Chilled Water Return.
c. Kondisi Filter AHU
d. Ampere Motor
e. Tegangan ( Power Listrik )
4.             Periksa keadaan FAN, megenai kedudukan terhadap casing .
5.             Instalasi dan fitting – fitting , valve – valve diperiksa sesuai dengan keadaan normalnya.
6.             Instalasi pipa  apakah  sudah   sesuai  dengan  perlengkapan  kontrolnya telah memenuhi untuk pengontrolan unit.
7.             Diperika apakah ada kebocoran yang timbul /  terjadi.
8.             Ruangan-ruangan yang dikondisikan harus dalam keadaaan  bersih dan  tertutup sehingga
tercapai kondisi udara yang sehat  dan  tidak mengganggu  system kerja  dari unit tersebut apabila  ruangan  tidak  tertutup  rapat, maka dimungkinkan  udara  luar yang lembab akan kondensasi  bila  bersinggungan  dengan  material  yang    menjadi  saluran  udara   dingin                Ruangan unit AHU juga harus tertutup terhadap udara luar.





































PENUTUP



1.           Perhatikan  serta  lakukanlah  pengoperasian  dan  perawatan AC system  sesuai dengan manual / instruksi dalam buku petunjuk operasi . Uraian atau petunjuk yang disampaikan / diberikan hanya bersifat garis besarnya saja.

2.           Oleh  karena  itu, untuk  mengetahui  dan  memahami    sepenuhnya  dari AC system lebih dalam, dianjurkan untuk membaca dan mempelajari    lebih teratur buku – buku tentang Air Conditioning  Sistem  serta  teori  AC  pada  umumnya, khususnya   cara / petunjuk operasi dan peawatan AC Sistem.

3.           Operasi   dan   rawat AC  sistem  pada  proyek    ini dengan       sebaik - baiknya  dan   sesuai prosedur.Pengoperasian  dan  perawatan  dengan cara    baik dan benar akan menjamin    kelancaran beroperasinya AC sistem, kenyamanan dan menambah umur mesin   sebagaimana  yang kita harapkan bersama.

      4.       SELAMAT BERTUGAS.














































BROSUR










































TESTING REPORT






































DOKUMENTASI TRAINNING



























DOKUMENTASI




























GAMBAR SCHEMATIC



2 komentar: